Beranda / Selebriti / Gaji Rp6,8 Miliar Reza Gladys Disorot, Nikita Mirzani Tuntut Rp244 Miliar: Dirjen Pajak Harus Audit!

Gaji Rp6,8 Miliar Reza Gladys Disorot, Nikita Mirzani Tuntut Rp244 Miliar: Dirjen Pajak Harus Audit!

lensaberita.site – Persidangan kasus dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara Nikita Mirzani dan Reza Gladys semakin memanas setelah pihak Nikita membongkar fakta mengejutkan mengenai gaji fantastis sang dokter kecantikan yang disebut mencapai Rp6,8 miliar per bulan.

Fakta Utama Isu Selebriti

Dunia hiburan tanah air kembali diguncang oleh babak baru perseteruan hukum antara dua sosok fenomenal, Nikita Mirzani dan Reza Gladys. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kelas IA Khusus, kubu Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya, Usman Lawara, melontarkan pernyataan yang menghebohkan publik terkait status finansial Reza Gladys.

Pihak Nikita Mirzani menyoroti adanya ketidakkonsistenan dalam bukti yang diajukan oleh pihak lawan. Di satu sisi, Reza Gladys disebut berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan, namun di sisi lain, dokumen persidangan menunjukkan nominal penghasilan yang dinilai tidak masuk akal untuk ukuran seorang pegawai, yakni menyentuh angka Rp6,7 miliar hingga Rp6,8 miliar setiap bulannya.

Kronologi atau Perkembangan

Ketegangan ini bermula dari gugatan PMH yang dilayangkan oleh Nikita Mirzani terhadap Reza Gladys. Persidangan yang berlangsung kemarin menjadi ajang pembuktian bagi kedua belah pihak. Usman Lawara mengungkapkan bahwa temuan mengenai gaji miliaran rupiah tersebut justru berasal dari bukti yang diajukan oleh pihak Reza Gladys sendiri, bukan dari pihak penggugat.

Logika di balik status "karyawan" dengan gaji setara pendapatan perusahaan besar inilah yang kemudian menjadi peluru tajam bagi kubu Nikita Mirzani. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin seorang karyawan bisa mengantongi pendapatan bulanan sebesar itu. Isu ini pun berkembang dari sekadar perselisihan perdata menjadi sorotan terhadap transparansi finansial dan kewajiban perpajakan.

Pernyataan Artis atau Pihak Terkait

Kuasa hukum Nikita Mirzani, Usman Lawara, tidak main-main dalam menanggapi temuan ini. Ia bahkan secara terbuka meminta otoritas pajak untuk turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap penghasilan Reza Gladys.

  Tangis Haru Denada Punya Menantu, Ressa Rizky Rossano Resmi Menikah Usai Konflik Hukum Berakhir Damai

"Parahnya lagi, kalau karyawan mereka ajukan juga bukti ada gaji per bulan Rp6,7 miliar apa Rp6,8 miliar gitu. Logikanya bagaimana? Karyawan bisa punya gaji Rp6,8 miliar per bulan. Nah coba itu bukti mereka lo ya bukan bukti kami," tegas Usman Lawara saat ditemui di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Usman mendesak agar instansi terkait segera bertindak. "Kalau seperti itu adanya ya Dirjen Pajak tolong dong ya, ini diaudit diperiksa. Kenapa kok ada karyawan gajinya Rp6,8 miliar setiap bulan," tambahnya dengan nada menyindir.

Tak hanya soal gaji, kubu Nikita Mirzani juga menanggapi sinis sayembara senilai Rp50 juta yang sebelumnya dilontarkan oleh pihak Reza Gladys melalui pengacaranya, Julianus Paulus Sembiring. Sayembara tersebut ditujukan bagi siapa saja yang bisa membuktikan tudingan terkait review Nikita Mirzani.

"Kecil! Rp50 jutaRp50 juta kami dua minggu habis Bang. Ngasih segitu kami bisa ngasih lebih. Terlalu kecil, bilangin naikin Rp5 miliar. Kalau Rp5 miliar saya buktikan," tantang Usman Lawara dengan penuh percaya diri.

Reaksi Publik atau Netizen

Meskipun reaksi netizen secara spesifik tidak dicantumkan dalam sumber, narasi mengenai nominal Rp6,8 miliar per bulan dan tuntutan ganti rugi Rp244 miliar dipastikan memicu perdebatan luas di media sosial. Angka-angka fantastis ini menciptakan kontras yang tajam di mata publik, mengingat isu ini melibatkan dua figur yang dikenal memiliki gaya hidup mewah dan pengaruh besar di industri kecantikan serta hiburan.

Publik kini menanti apakah Dirjen Pajak benar-benar akan merespons permintaan audit tersebut, mengingat isu pajak seringkali menjadi titik sensitif bagi para public figure dan pengusaha di Indonesia.

Dampak terhadap Karier atau Citra

Kasus ini membawa dampak signifikan bagi citra kedua belah pihak. Bagi Reza Gladys, tudingan mengenai ketidakwajaran gaji dan status karyawan ini bisa memicu spekulasi mengenai struktur bisnis dan kepatuhan pajaknya. Jika tidak diklarifikasi dengan kuat, hal ini berpotensi mengganggu reputasi profesionalnya sebagai dokter kecantikan dan pengusaha.

  Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Ini Fakta Pilu di Balik Putusan Hakim

Sementara bagi Nikita Mirzani, gugatan dengan nilai fantastis ini semakin mempertegas posisinya sebagai artis dengan nilai komersial yang sangat tinggi. Pihak Nikita secara gamblang membeberkan tarif endorse dan off-air untuk memjustifikasi tuntutan ganti rugi mereka.

"Dalam waktu 15 detik dia bisa menghasilkan Rp50 juta. Kalau off-air dalam kota Rp100 sampai Rp150 juta per 30 menit, kalau luar kota Rp200 sampai Rp300 juta per 30 menit. Inilah fakta yang kami sajikan," ungkap Usman. Dengan data ini, Nikita ingin menunjukkan bahwa kerugian yang ia alami akibat perselisihan ini memang nyata dan bernilai besar secara materiil.

Konteks Tambahan

Sebagai informasi, Nikita Mirzani melayangkan gugatan PMH dengan total tuntutan ganti rugi mencapai Rp244 miliar. Angka yang sangat besar ini terbagi menjadi dua kategori utama:

  1. Kerugian Materiil: Sekitar Rp4 miliar, yang didasarkan pada bukti surat kerja sama Nikita dengan berbagai pihak yang terganggu atau batal.
  2. Kerugian Imateriil: Lebih dari Rp200 miliar, yang mencakup kerusakan nama baik hingga hilangnya potensi pendapatan di masa depan.

Pihak Nikita Mirzani menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar isapan jempol atau upaya mengada-ada. Mereka mengklaim memiliki bukti kuat berupa kontrak kerja sama yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Sebaliknya, kubu Nikita justru balik menyerang pihak Reza Gladys yang dianggap tidak bisa membuktikan klaim kerugian mereka sendiri.

"Kalau mereka bilang mengada-ada justru mereka yang berbicara mengada-ada. Saksinya mana mereka bilang ada kerugian?" pungkas Usman Lawara menutup pernyataannya. Persidangan ini diprediksi masih akan berlangsung panjang dan penuh drama, mengingat kedua belah pihak sama-sama bersikeras dengan argumen dan bukti masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *